Bulan

Malamku dingin menusuk kulit
Pasangan kopi dan rokok menjadi teman pendampinya
Bulan cuma dapat dipandang
Terlihat keindahan bulan purnama
Bulat tanpa sudut sedikitpun
Kulihat bulan itu bersama bintang
Kupandang bulan itu sambil menyesa rokok ku
 
Bulan tetap terdiam dan tetap indah meskipun lama kupandang
Bulan purnama inginku selalu bercerita
Cerita tentang cinta 
Berbagi beban kehidupan
Dan bersandar pada bulatnya bentukmu
Tanpa sudut yang dapat menimbulkan luka
 
Cerita cinta dengan bulan mungkin berbalas cinta
Mungkin juga berbalas luka
Berbagi beban kehidupan mungkin meringankan beban
Mungkin juga bertambah berat karena rembulan pun sudah berat
Bersandar mungkin memberikan ketenangan
Namun mungkin juga bulan akan lari
Karena bulan bulat akan menggelinding menjauhiku
 
Kuhisap rokok ku sampai batang terakhiku telah habis
Kopi dan bintang pun pergi seiring bulan berganti menjadi matahari
Kutunda lagi keinginaku bercerita dengan matahari
Posted in Literature Posting and tagged , , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *